Recent Posts

Selasa, 12 April 2016

Nekat Menjadi Pemimpin Birokrat Dalam Politik Boleh Hendaknya Anda Melihat Siklus Tentang Penentuan Menuju Raih Kesuksesan politikus

Modal Menentukan Nasib Menuju Politikus Bukan Hanya Uang Yang Bisa Menentukan Menjadi Solusi Tepatan Melainkan ; KEKUATAN Atau MASSA,MORIL,STRATEGIS,MENTAL,PENDIRIAN,PENDEKATAN,KINERJA, Bahkan IDENTIL Lainnya.
☆ Uang Tidak Menjamin Dalam Politikus, Dan Uang bukanlah sulusi yang tepat untuk menyelesaikan sebuah problem atau permasalahan Melainkan Ketekunan,Pendirian,Pergaulan Bahkan, Bakat dan Minat yang kita memperoleh. itulah yang dapat bisa kita meraih sebagai sebuah mimpi ataupun impian tersebut yang kita andalkan. tetapi bukan hanyalah itu, Patut pula Kepada Tuhan. Sebab tuhanlah yang berkuasa,kehendak dan layak Melaksanakan semua yang kita rencanakan. ☆ Jangan Kita Bermimpi Siang Bolong,Uang Tidak Menentu Dalam Politikus. Melainkan Moril Kita Yang Cerdik,Cerdas,Pandai Tulus Dan Keiklasan Hingga Kepatuhan. ☆ Jangan Hendaknya Kita Bermimpi Pula Pada Massa Yang Kita Mengandalkan Sebab Massa Itu pun Belum tentu Mereka Melekat,Memihak, dan Memberi Suara Hati NuraniNya KepadaNya. ☆ Jika Uang Politik Menurut Urapan Kata Oleh Masaa atau Kekuatan Dianggap Hanyalah Sekilas Musiman Dalam Politikus. * Beberapa Hal Yang Bijaksana Menentukan Nasib Dalam Politikus sebagai berikut : 1. Masa kini menentukan nasib kedepan ; sebagai Balon (Bakal Calon) Harus mempunyai pendekatan,pergaulan yang tidak melihat dari latar keterbelakangan melainkan harus memiliki semua. 2. Masa kini adalah masa penentuan menuju politikus urapi sebagai dirinya Balon (Bakal Calon) harus punya pendirian,alamat,Identitas yang lengkap dapat diketahui oleh publik. 3. Masa kini merupakan masa penentuan Menuju Politikus kedepannya sebagai balon (Bakal Calon) Harus Berjiwa Besar, Punya Rasa Memiliki dan bertanggung jawab dalam Segala Hal. 4. Masa kini adalah masa penentuan menuju politikus kedepannya sebagai balon (Bakal Calon) harus ada bukti, bakat dan minat yang harus diterapkan terhadap mata publik. 5. Masa kini merupakan masa penentuan menuju Nasib politikus kedepannya Namun Bersikap IDENTIL atau BERBIJAK baik melainkan tidak terpancing atau dipengaruhi oleh (problem_Siple) atau masalah-masalah sepele yang dapat dipengarui dari Bentuk sekelompok orang ataupun dari lingkungan lainnya. 6. Masa kini ialah masa menentukan nasib dalam politikus kedepannya maka Bijaksanalah dalam melakukan segala hal. Dan selagi anda dalam merebut massa sebagai suatu kampanye ia pun dapat dipercaya oleh rakyat maupun element-elemen yang berada pada posisi setempatnya. 7. Salah Satu Menentukan Hidup Kerukunan Yang Baik Bermimpi sejak dan Sebelum Menempuh Hidup Baru Dalam Dunia Cinta Itulah Penentuan Masa Depan Dalam Menghadapi Seluk dan Beluk Ketika Terjadinya Kepala keluarga (KK) ,ibu rumah tangga (IRT) menjadi (RW),pemersatu menjadi Rukun Warga dalam hidup tersebut. 8. Waktu paling emas adalah Saat ini menjuluhki dan merangkul ide-ide yang nampak dimenemui oleh sosial,kekuatan atau massa depan kita. 9. Di masa kini kita menabur dengan sebaik mungkin namun hari esok kita akan menuai juga dengan maksimal presentasi yang hasilnya sangat memuaskan kita akan Merahi. 10. Semenjak kita dalam prosesi kampanye jangan sekalipun kita dapat terjebak dalam sebuah basis melainkan kita merangkul semua basis yang ada. 11. Siapapun Mencalonkan Diri Menjadi Pemimpin Masyarakat dapat dipercaya ketika anda melakukan semua siklus diatas entahlah dipulihkan. 12. Mau mendapatkan siklus yang baik dan bijaksana harus mempunyai targetan Moril maupun skil yang nampak dipandangi oleh mata publik. 13. Inilah Sekilas kriteria menurut saya Wakeikagoo.Net menentukan Nasib Menuju politikus kurang dan lebihnya mohon maaf jika menyelidiki pula pada diri anda. Dan jikalau apa bila dalam penulisan artikel saya diatas ada kata-kata yang menyinggungkan para pembaca sekali lagi saya memohon maaf.
Demikian Salam......!!!
Penulis: Frans Mote
Redaksi : Wakeikagoo.Net

BUNDA MARIA DAN DOA PASRAH

Berdoa Bersama Dalam Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu Yang Bahagia

Pada awalnya, Ibu Maria mengajak anak-anakNya berkumpul dan berdoa tiap Senin pagi. Kemudian menjadi doa tiap bulan sesuai permintaan Ibu Maria sampai 22 Desember 1995. Dan pada Januari 1996 sesuai keinginan Ibu Maria berubah jadi doa Novena. Dalam tahun 1996 ini ada 9 kali Novena yang waktunya ditentukan oleh Ibu Maria sendiri. Selain doa-doa Novena sesuai jadwal yang ditentukan oleh Ibu Maria, juga diadakan pertemuan-pertemuan rutin dalam kelompok yang mulai menyebar dimana-mana. Pada saat-saat khusus di luar masa Novenapun Tuhan Yesus atau Ibu Maria hadir dan menyampaikan pesan, seringkali juga Tuhan Yesus memberikan penjamahan dan sapaan pribadi pada umat yang hadir. 

Pada awal dan penutupan Novena selalu dirayakan Ekaristi dan doa rosario, bahkan terkadang hampir setiap hari dalam masa Novena. Kalau tidak ada perayaan Ekaristi, pertemuan merupakan Ibadat Sabda dengan pembacaan Kitab Suci, renungan singkat, pembacaan pesan-pesan terdahulu, dan doa bersama. Ibadat selalu ditutup dengan Salam damai sesuai anjuran Ibu Maria.
 
Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu Yang Bahagia mendapat pengajaran doa dari Ibu Maria. Doa ini adalah Litani Pasrah pada Tuhan Yesus yang biasa didoakan sebagai awal doa umat dan doa hening di hadapan Tuhan. Doa ini dimulai dengan menyanyikan “Datanglah Ya Roh Maha Kudus“. Litani ditutup dengan doa pasrah yang di’waris’-kan Ibu Maria, khusus bagi anak-anaknya di Indonesia. Doa ini telah didoakan oleh Ibu Maria sejak remaja.
LITANI PASRAH PADA TUHAN YESUS :
Tuhan Yesus, terangilah hati dan pikiran kami dengan Roh Kudus-Mu
Tuhan Yesus, ajarilah kami sabar di saat kami berdoa
Tuhan Yesus, ajarilah kami berdoa dengan baik
Tuhan Yesus, ajarilah kami lebih percaya kepada-Mu
Tuhan Yesus, ajarilah kami lebih pasrah kepada-Mu
Tuhan Yesus, kami mohon berkat-Mu
Tuhan Yesus, kami mohon rahmat-Mu
Tuhan Yesus, kami mohon belas kasihan-Mu
Tuhan Yesus, kami mohon pengampunan-Mu
Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk mau mengasihi sesama kami
Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk mau mengampuni sesama kami
Tuhan Yesus, kami rindu kepada-Mu
Tuhan Yesus, kami cinta kepada-Mu
Tuhan Yesus, hadirlah, kami menyambut-Mu
Tuhan Yesus, kami pasrah kepada-Mu

DOA PASRAH

Ya Allah, Yang Maha Kuasa, pada saat ini juga, jiwaku kuserahkan kepada-Mu,
karena Engkau yang mempunyai bumi ini dan aku ciptaan-Mu.( 3x ) Amin.
Doa Pasrah ini pertama kali diajarkan oleh Ibu Maria pada Novena yang pertama tahun 1996 hari yang ke 7 tanggal 19 Januari 1996. Ini merupakan tanda pengikat antara Tuhan dengan anak-anakNya. Doa pasrah ini diberikan pada anak-anaknya di Indonesia, untuk mengantar anak-anaknya kembali seutuhnya pada Allah dan agar anak-anakNya siap menghadapi saat hari itu tiba.
“Aku telah mengajarkan doa pasrah. Pasrah, karena aku hidup dulu dengan penuh kepasrahan. Aku sudah mengajarkan kepada kamu untuk menyerahkan jiwa dan ragamu seutuhnya kepada Puteraku. Engkau akan bahagia.”(Pesan 22 September 1996)
“Satukan doa yang telah aku berikan kepadamu maka kamu akan siap untuk menghadapi apabila hari itu tiba dan turun ke bumi ini.(23 Pebruari 2000)
Pada Novena tahun 1999, tanggal 15 Januari 1999 Ibu Maria minta agar Doa Pasrah mulai diajarkan dan disebarluaskan agar tanda kasih Ibu Maria dapat sampai kepada anak-anaknya di seluruh pelosok tanah air kita. Dengan penuh kerendahan hati, Ibu Maria menyampaikan untuk menambahkan doa pasrah pada doa-doa lain yang sudah ada sebelumnya (bukan menggantikan doa-doa yang sudah ada).
“Satukanlah doa ini dalam doa-doamu yang sudah ada sebelumnya dan doakanlah secara pribadi, dalam keluarga maupun dalam kelompok. Doa ini penuh rahmat dan berkat, dan kasih dan cinta, dan menguatkan perjalanan hidupmu”
Sampaikan doa yang telah Aku ajarkan bagi kamu, berikan juga kepada mereka. Lakukan anakKu! Sampaikanlah, sampai seluruh pelosok tanah airmu.” . (Pesan 15 Januari 1999)
Dan Ibu Maria juga mengajarkan doa Salam Pujian kepada Ibu Maria:
Salam Maria penuh rahmat, Tuhan sertamu. Terpujilah engkau diantara wanita
dan terpujilah engkau kini dan sepanjang masa. (3X) Amin.

Inilah doa yang diberikan sebagai tanda pengikat antara Ibu Maria dengan anak-anaknya sepanjang hari.
Sementara Litani Pasrah berkembang dalam tuntunan Roh kudus dan pengajaran Ibu Maria dalam proses. Ibu Maria mengajarkan agar setiap kali kita akan berdoa pada Tuhan hendaknya kita mengawalinya dengan minta pada Yesus untuk mengajarkan kita berdoa, seperti para rasulnya. 

Ibu Maria juga mengajurkan untuk mendoakan tambahan doa singkat khusus yang diajarkannya di Fatima pada setiap sesudah sepuluh Salam Maria dalam doa rosario. : “ Ya Yesus yang baik, ampunilah segala dosa kami, lindungilah kami dari api neraka, hantarkanlah segala jiwa ke surga dan bantulah, terutama mereka yang sungguh-sungguh membutuhkan belas kasihanMu”. 

Ibu Maria berjanji akan selalu hadir di saat anak-anaknya berkumpul dan berdoa dalam nama Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang Bahagia di manapun walapun tanpa Agnes. 

Apabila Ibu Agnes tidak hadir sehingga tidak ada pesan-pesan, maka umat dapat membaca kembali pesan-pesan Tuhan Yesus dan Ibu Maria yang diberikan sebelumnya dan pasti tetap dapat merasakan sentuhan Tuhan dan Ibu Maria dalam hatinya.



DOA PASRAH

 (Dalam persatuan dengan pelayanan Kasih dari Ibu Maria Yang Bahagia)

Tuhan Yesus, terangilah hati dan pikiran kami dengan Roh Kudus-Mu
Tuhan Yesus, ajarilah kami sabar di saat kami berdoa
Tuhan Yesus, ajarilah kami berdoa dengan baik
Tuhan Yesus, ajarilah kami lebih percaya kepada-Mu
Tuhan Yesus, ajarilah kami lebih pasrah kepada-Mu
Tuhan Yesus, kami mohon berkat-Mu
Tuhan Yesus, kami mohon rahmat-Mu
Tuhan Yesus, kami mohon belas kasihan-Mu
Tuhan Yesus, kami mohon pengampunan-Mu
Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk mau mengasihi sesama kami
Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk mau mengampuni sesama kami
Tuhan Yesus, kami rindu kepada-Mu
Tuhan Yesus, kami cinta kepada-Mu
Tuhan Yesus, hadirlah, kami menyambut-Mu
Tuhan Yesus, kami pasrah kepada-Mu

Ya Allah, Yang Maha Kuasa, pada saat ini juga, jiwaku kuserahkan kepada-Mu,
karena Engkau yang mempunyai bumi ini dan aku ciptaan-Mu.( 3x ) Amin.

DOA DALAM KETAKUTAN

Di dalam aku ada kegelapan,
sedangkan di dalam ENGKAU ada cahaya.

Aku sendirian tetapi ENGKAU tidak meninggalkan daku
Aku tidak berani tetapi ENGKAU membantu aku

Aku gelisah tetapi di dalam ENGKAU ada damai
Di dalam aku ada rasa pahit,
di dalam ENGKAU ada kesabaran

Aku tidak mengerti jalan-jalan MU
tetapi ENGKAU maha tahu jalanku

(D.Bonhoeffer)









DOA DALAM KEGAGALAN

Ya BAPA, pangkal penghargaan sejati.
Berilah aku semangat baru, dan jangan biarkan aku putus asa dalam kegagalanku ini.

Sebaliknya terangilah hatiku, 
agar aku mampu melihat kehendak-MU, dibalik kegagalan ini.

Semoga aku dapat memetik hikmat dari kegagalanku ini 
dapat mendatangkan keberhasilan dalam hidupku selanjutnya.

BAPA, kegagalanku ini kupersatukan dengan sengsara dan wafat KRISTUS,
supaya aku pun dapat bangkit dalam semangat baru,
seperti Putra-MU yang bangkit dari mati.

Sebab DIA-lah Juru Selamat yang telah merintis jalan untuk bangkit dari segala kegagalan.

Dalam namaMU ya BAPA...
Kupanjatkan doa ini . AMIN.

DOA MOHON BERKAT DALAM PERJALANAN

Ya Tuhan, dahulu kala ENGKAU pernah menyelamatkan anak-anak Israel yang menyeberangi laut dengan kaki kering. 

Dan tiga raja budiman dari sebelah timur,
ENGKAU tunjukkan jalan kepada-MU dengan bimbingan bintang ajaib.

Kami mohon kepada-MU karuniakanlah kami suatu perjalanan yang selamat dengan cuaca yang bagus dan menyenangkan.

Berilah supaya dengan bimbingan malaikat-malaikat-MU yang kudus, kami mencapai tujuan perjalanan kami dengan selamat dan akhirnya boleh berlabuh dengan aman di pelabuhan keselamatan kekal.

Ya ALLAH dan BAPA kami,
berbicaralah kepada kami bila kami akan jatuh.

Bisikanlah suara-Mu bila kami dirundung kecemasan.

Sudilah menjadi bagi kami penghibur dalam segala perjalanan tempat bernaung di waktu panas terik, 
tempat berteduh di kala hujan,
tongkat penuntun dalam keletihan,
penolong bila tertimpa mara bahaya,
dan pelabuhan yang aman bila karam di laut.

Bimbinglah kami ya TUHAN.

Dengan demikian, kami akan selamat mencapai tujuan perjalanan kami, 
dan akhirnya akan tiba kembali ke tempat kediaman kami tanpa kekurangan sesuatupun.

Kabulkanlah doa kami, dengan perantaraan KRISTUS Tuhan kami.
AMIN

RENUNGAN HARIAN 14 MEI 2011
Meluruskan dan Meratakan
Baca: Lukas 3:1-6
Ayat Mas: Lukas 3:5
Bacaan Alkitab Setahun: 2 Tawarikh 25-27

Lukas 3:1-6
3:1
Dalam tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene,

3:2
pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar, datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun.

3:3
Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu,

3:4
seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.

3:5
Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan,

3:6
dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan."

Lukas 3:5

3:5
Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan,

Yohanes Pembaptis adalah tokoh yang istimewa. Pakaiannya bulu unta, makanannya belalang dan madu hutan. Ia anak tunggal Zakaria dan Elizabet. Ia masih termasuk sepupu Tuhan Yesus. Umurnya pendek. Khotbahnya juga pendek; tetapi tajam, lugas, jelas. Ditujukan dengan berani kepada siapa saja, tanpa pandang bulu dan tanpa sungkan. Pekerjaannya berkhotbah dan membaptis orang yang bertobat. Membuat gelisah siapa pun yang mendengarnya. Khotbahnya bak geledek—membuat telinga merah, hati panas, muka merah padam karena “ditelanjangi” habis-habisan. Raja Herodes juga menjadi sasaran khotbah-khotbah kenabiannya (Lukas 3:19). 

Namun, yang harus diingat, Yohanes melakukan itu semua tanpa maksud jahat, sentimen, mumpung didengar banyak orang, atau hendak membunuh karakter. Bukan! Khotbah, nasihat, serta jawaban-jawaban pertanyaan yang ia berikan (ayat 10-17) adalah untuk memberitakan Injil (ayat 18). Bahwa manusia tidak bisa lari dari murka Allah (ayat 7). Hukuman pasti datang.
Jalan hidup orang berdosa diumpamakan Yohanes seperti ”lembah ... gunung ... bukit ... berliku-liku ... berlekuk-lekuk”. Akan tetapi, Yohanes juga mengatakan bahwa Tuhan sanggup ”meratakan dan meluruskan” (ayat 5). Akan tetapi, dibutuhkan kerjasama dua pihak di sini—antara manusia dan Tuhan. Dan, inilah pesan Yohanes: Jika bertobat dan dibaptis, maka yang berdosa masih beroleh kesempatan melihat keselamatan dari Tuhan (ayat 6). Bertobat dulu, baru dibaptis. Baptis memeteraikan pertobatan. Pertobatan menjadi intinya. Dengan ini Allah mengampuni dosa manusia.

DOSA MELUBANGI HATI MANUSIA
DAN HANYA TUHAN YANG SANGGUP MENUTUPNYA







DOA DALAM KEBIMBANGAN

Ya Bapa …,
Engkaulah tumpuan iman dan harapanku.
Pandanglah anakMu yang sedang dalam kebimbangan ini.

Berilah aku kekuatan agar tidak goncang dan jatuh.

Terangilah hatiku,
agar aku dapat mengambil keputusan
yang sesuai dengan kehendakMu,
dan kembali melangkah dengan mantap
dalam tuntunan tanganMu.

Tuhan ...,
Bantulah kami yang sedang bimbang ini,
seperti ketika para muridMu takut dan bimbang
karena diombang-ambingkan gelombang
dan Engkau redakan badai itu.
Dalam namaMu yang kudus
kupanjatkan doa ini.
Amin.
Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu,
dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
Akuilah Dia dalam segala lakumu,
maka Ia akan meluruskan jalanmu
(Ams 3:5-6)

Wakeikagoo.Net

Manusia Hidup Dalam Kesukar Bukaran Hanya Tuhan Yang Tahu.

  • Hidup Rohani adalah Suatu Perjalanan
  • Suka dan duka yang datang silih berganti hanya akan memberi arti penuh dan utuh bila orang bersandar kepada Tuhan dan menemukan adanya di dalam Dia yang menciptakan. Dengan berpegang pada Tuhan sebagai pusat hidup, perjalanan itu akan membawanya kepada hidup yang penuh arti. Namun perjalanan rohani yang akan dinyatakan di sini bukan sekedar perjalanan biasa, melainkan yang sepenuhnya mengarah kepada Tuhan dan memberi suatu dimensi bahwa sesungguhnya hanya Allah saja yang patut dicari di atas segala-galanya. Seperti diungkapkan Santo Yohanes dan Salib dalam bait puisinya, “Di manakah Engkau bersembunyi?”
  • Di sini kita akan mengarungi suatu rentetan perjalanan. Perjalanan yang mengisahkan suatu kehidupan yang manis dan pahit, kejenuhan yang sering membawa orang kepada keputusasaan, kebosanan, frustasi dan akhirnya akan membawa pula kepada kebencian terhadap diri sendiri dan orang lain, bahkan seringkali mempengaruhi orang untuk berhenti mencani Allah. Sehingga lambat laun dia akan kehilangan Allah dalam hidupnya. Bahkan dapat terjadi, pada akhirnya orang itu bisa membenci Allah sendiri. 
  • Sungguh tidak mudah merintis hidup rohani menjadi suatu perjalanan yang indah. Dan ini membutuhkan waktu, penyerahan diri, dan keterbukaan. Kerinduan akan Allah yang dibakar oleh cinta yang membara itulah yang merupakan kunci untuk mengerti seluruh rencana Allah atas perjalanan hidup kita. Kita harus menggali dan terus menggali, hingga sampai pada suatu kedalaman yang hakiki dan yang akhirnya akan membawa kita sampai kepada penemuan yang abadi, yaitu hidup bersatu dengan Dia.
  • Pada bait puisi “Di manakah Engkau bersembunyi?” ini terkandung suatu arti yang dalam. Kita harus terus mencari untuk menemukan Dia. Bersembunyi bukan berarti setelah menemukan lalu selesai. Dalam arti rohani, kita harus mencari dan terus mencari. Dengan mata jasmani kita tidak menemukan perjalanan yang indah itu. Semuanya harus dipandang dengan mata iman. Hanya iman yang hidup sajalah yang mampu melihat segala sesuatu dari setiap sisi. 
  • Seperti halnya bila kita mau mencari sumber air, kita akan berusaha menggali dan terus menggali dengan satu tujuan, yaitu bahwa kita akan sungguh-sungguh menemukan sumber air yang jernih. Begitulah dalam hidup manusa, sumber air yang jernih yang tak lain tak bukan adalah Allah sendiri. Allah adalah sumber air yang harus kita can dan kita temukan dalam hidup kita karena hanya Dialah yang bisa memuaskan kehausan kita dan akhirnya kita menemukan kebahagiaan yang abadi. Seperti kata Wanita Samaria itu dalam percakapan dengan Yesus, “Tuhan, berikan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air.” (Yoh.4:15).
  • Menggali dalam Arti Rohani
  • Dalam arti rohani, menggali bukanlah sesuatu yang mudah dan dapat dicapai dengan sekali perjuangan. Seringkali kita mengalami kegagalan yang tidak kecil nilainya. Kita tidak menemukan apa-apa dari yang kita gali. Kemudian mulailah timbul pikiran yang bukan-bukan, godaan-godaan pun mulai muncul, mengusik hati dan budi kita: Setan berperan dalam din manusia, akhirnya orang mulai bosan dan jenuh. Kita menggali kekosongan dan kejenuhan. Semangat berjuang mulai lluntur, lalu berhentilah kita dan berakhir hanya sampai di situ dan perjuangan yang dimulai itu pun menjadi hilang dan sia-sia. 
  • Menggali dalam usaha kedua, dengan semangat yang bernyala-nyala, orang berusaha menggali dan menggali terus. Setelah memperoleh seperempat galian, ia masih dipenuhi semangat sampai setengah atau lebih. Kemudian godaan datang mempengaruhi, tantangan-tantangan mulai muncul dan kita mulai menyadari bahwa apa yang kita inginkan belum nampak hasilnya, padahal perjuangan yang kita lakukan sudah memeras keringat dan membuat kita lelah. Maka setan pun mulai beraksi setelah mengetahui kelemahan kita. Dia mulai mengusik kita dan pelan-pelan munculah kejenuhan. Tanpa kita sadari, kita sudah berada di bawah pengaruh godaan-godaan itu dan yang kita temukan kemudian adalah keputusasaan. Akhimya berhentilah kita dalam berjuang, sehingga sia-sialah semua perjuangan dan semangat yang sudah dirintis selama ini. 
  • Dalam usaha berikutnya, setelah semakin dalam menggali dan tetap tidak menemukan apa pun yang dicarinya, mulai menasa lelah, lemah semangat bahkan diperparah dengan munculnya rintangan-rintangan, binatang-binatang kecil, batu-batu keras, juga ular. Akibatnya timbulah ketakutan. Pikiran mulai dthantui bayangan bahwa usahanya sia-sia. Sampai akhirnya orang tersebut berhenti sampai di situ dan tidak menemukan apa-apa. 
  • Begitulah dengan pengalaman hidup rohani. Seringkali kita tidak tekun dan setia. Kita lebih senang mencari yang enak dan mudah dengan hasil berlipat ganda, daripada bersusah-susah dahulu dan menikmati hasilnya kemudian. Begitulah yang sering kita cari dalam hidup ini, tanpa mau menghadapi tantangan dan kesulitan. 
  • Menggali bukanlah sekedar menggali saja. Melakukan sesuatu selalu membutuhkan perjuangan dan cinta. Cinta memerlukan pengorbanan yang seringkali tidak kecil. Kita memang perlu menyadari bahwa menggali bukanlah didasarkan pada emosi, melainkan pada suatu cinta. Cintalah yang menjadi dasar pekerjaan dan pemikiran kita. Cinta harus menguasai hidup kita. Bila cinta sungguh menguasai kita, maka segala rintangan dan halangan, kesulitan dan kejenuhan bisa diatasi. Seringkali hidup kita dihadapkan pada tantangan dan godaan yang bertubi-tubi, dan seringkali pula kita tidak setia. Kita lari dan kenyataan hidup ini sehingga setiap kali kita berjalan dan menemukan rintangan, kita berbalik dan segera meninggalkannya, Sehingga akhirnya tujuan utama kita tidak akan pemah tercapai.
  • Menggali untuk Menemukan Mutiara
  • Mutiara berharga tidaklah mudah untuk ditemukan. Kita harus selalu menggali dan terus menggali. Mutiara sejati adalah Allah sendiri, maka kembali Santo Yohanes dan Salib 
  • bertanya dalam Madah Rohani, “Di manakah Engkau bersembunyi?” Allah yang tersembunyi tidak mudah dijangkau dan tidak mudah ditemukan dalam sehari dua han, setahun atau dua tahun, bahkan bertahun-tahun atau lebih. Tetapi kita harus terus-menerus mencarinya sepanjang perziarahan hidup kita. Tanpa ini semua perjuangan kita akan sia-sia dan tidak berguna.
  • Jadi, perjalanan hidup rohani adalah suatu perjalanan yang akan mengisahkan kematian, kepahitan, kegembiraan, kegagalan, kejenuhan, keputusasaan, tetapi juga kedamaian dan kebahagiaan. Semuanya silih berganti, berputar bagaikan sebuah roda kehidupan, pasang dan surut. Dan ini tidak hanya berhenti sampai di sini saja. Kita harus berjalan dan terus berjalan, mendaki dan terus mendaki. Apa pun yang kita jumpai dalam perjalanan, tidaklah boleh menjadi halangan dan keputusasaan bagi kita, melainkan dengan melihat bahwa Tuhanlah tujuan akhir hidup kita, kita harus tetap mengarah pada tujuan tersebut, yaitu menemukan Sang Mutiara itu sendiri. 
  • Adakalanya perjalanan kita itu tersendat-sendat. Suatu waktu kita akan menemukan jalan buntu yang tidak teratasi. Di sinilah kita harus selalu percaya dan mempercayakan diri kepada Dia yang selalu menyertai perjalanan kita. Bahwa Dia tidak akan meninggalkan kita yatim piatu (Yoh.14:18). Karena di dalam perjalanan rohani kita, kita diminta juga untuk terbuka terhadap Roh Kudus yang akan membimbing seluruh langkah hidup kita untuk menemukan Mutiara, Sang Kebahagiaan abadi itu. 
  • Dalam mengahadapi rintangan yang tak mungkin terelakkan itu, hendaknya kita pun waspada bahwa semakin kita setia kepada Allah, semakin setan akan berusaha menghadang kita. Sebab emas diuji dalam api, tetapi orang yang kepadanya Tuhan berkenan dalam kancah penghinaan (Sir.2:5). Inilah keindahan dan Sang Mutiara yang tidak menanik kita pada kilau cahayanya saja, tetapi juga mengajak kita untuk melihat betapa dalam, betapa tinggi, betapa luas serta betapa lebarnya keindahan yang akan kita nikmati untuk masuk ke dalam Mutiara itu sendiri. 
  • Godaan dan rintangan pun menawarkan jalan kepada kita, apakah kita akan berbelok mengambil jalan pintas ataukah kita akan terus berjalan bersama rintangan itu untuk mencapai yang abadi? Sekali lagi cinta adalah kuncinya. Kunci untuk membuka rintangan dan kegagalan, kunci untuk mengarungi cobaan-cobaan hidup dan cinta harus menjadi dasar segala-galanya. Inilah ajaran Santo Yohanes Salib yang telah mencapai persatuan cinta yang mesra dengan Sang Mutiara yaitu Allah sendiri.
  • Teman dalam Perjalanan
  • Setiap orang membutuhkan teman di dalam perjalanan hidupnya. Sulit dikatakan bahwa manusia berhasil meniti perjalanan hidupnya tanpa bantuan orang lain. Seperti dalam Kitab Kejadian, Allah sendiri telah berkata bahwa Ia telah membentuk dan menciptakan Hawa untuk menjadi pendamping bagi Adam. Tuhan Allah berfirman, “Tidak baik kalau manusia itu seorang din saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia (Kej.2:18). Maka sudah sejak penciptaan, manusia hidup berdampingan satu sama lain untuk saling mengisi dan mengarahkan hidup kepada yang lebih luhur sesuai dengan cita-cita dan harapan Allah sendiri. 
  • Dalam peralanan rohani pun, kita membutuhkan teman. Namun bukan sembarang teman. Ada ‘teman’ yang ‘menyenangkan, misalnya: harta benda, kedudukan, jabatan, pujian, perhatian, dan lain-lain. Ada juga ‘teman’ yang ‘tidak menyenangkan’, seperti: penderitaan, cobaan, godaan, nintangan, fitnahan, ejekan, penghinaan, kesukanan, dan lain-lain. Manakah yang akan kita pilih saat ini? 
  • Marilah kita kembali melihat motivasi kita yang sesungguhnya, apa tujuan perjalanan kita? Akan kemanakah kita berjalan? Kita mencoba untuk meithat hati kita, “Di manakah Dia bersembunyi?” Dan Yesus sendiri memberi teladan dalam perjalanan hidupNya, bahwa Dia banyak ditemani oleh penderitaan, celaan, cobaan, hinaan, dan sebagainya. Bahkan ‘teman’ yang paling setia menemani perjalanan hidupNya adalah salib. Saliblah puncak dan segalanya. Saliblah yang akan memberi kilau pada hidup kita karena hanya saliblah yang bisa mengantar kita menemukan Mutiara itu dalam perjalanan hidup kita. Jadi, setiap pengikutNya akan memiliki ‘teman’ yang sama supaya bisa bersatu dengan Dia. Namun semuanya ini membutuhkan ramat. Hanya dengan bekerjasama dengan rahmatNya, kita akan dikuatkan untuk sampai kepadaNya.
  • Rahmat Memiliki Peran Utama yang Terpenting
  • Peran rahmat tidak bisa diabaikan begitu saja. Kerjasama yang terbaik untuk menunjang perjalanan hidup kita mencapai Sang Mutiara adalah rahmat. Rahmat inilah yang memberi kesegaran dan menguatkan perjalanan hidup rohani kita dalam menghadapi tantangan dan rintangan. Rahmat mi juga yang memberi keutuhan dan kekuatan untuk merath hal-hal yang lebih luhur. 
  • Seperti diungkapkan Santa Theresia dan Lisieux, “Tidak mungkin Tuhan memberikan keinginan-keinginan yang tidak dapat dipenuhi.” Segala sesuatu yang positif, yang timbul dalam pikiran kita, ditumbuhkan Allah untuk dihayati dan dipenuhi. Hal ini sering tidak kita sadari. Kita sering mengabaikan rahmat yang setiap saat ditawarkan Tuhan kepada kita. Oleh karena itu, apa pun yang digerakkan Tuhan bagi kita untuk perjalanan hidup kita pasti sejalan dengan rahmat yang Ia sediakan. Dan untuk itulah kita harus selalu terbuka terhadap bimbinganNya melalui Roh KudusNya agar perjalanan hidup rohani kita benar-benar mencapai puncak yang dikehendaki oleh Tuhan sendiri. Dia senantiasa membantu kita dengan mengirimkan Roh KudusNya untuk membimbing langkah kita. Dan melalui rahmat itulah kita akan lebih mudah dan lebih ringan mengarahkan hidup kita kepada tujuan utama tadi. 
  • Demikianlah akhirnya, Seluruh hidup kita akan terarah kepada Tuhan dan kita perlu terus berjalan ke arah itu agar perjalanan hidup rohani kita sungguh-sungguh mencapai tujuan tersebut.
  • Wakeikagoo.Net

Salah Satu Kunci Keberhasilan Adalah Menanti Jawaban Tuhan

SABAR MENANTI WAKTU TUHAN

Di dalam hidup ini, semua ada waktunya.
Ada waktunya kita menabur,
ada juga waktu menuai..

Mungkin dalam hidupmu bagai datang menyerbu,
Mungkin doamu bagai tak terjawab!
Namun yakinlah tetap.

Tuhan tak kan terlambat!
Juga tak akan lebih cepat!
Semuanya..
Dia jadikan indah tepat pada waktuNya.

Tuhan selalu dengar doamu !
Tuhan tak pernah tinggalkanmu !
PertolonganNya pasti kan tiba tepat pada waktuNya.

Bagaikan kuncup mawar ada waktunya mekar..
Percayalah..
Tuhan jadikan semua indah pada waktuNya..

Hendaklah kita selalu hidup dalam firmanNya
Percayalah kepada Tuhan !
Nantikan Dia bekerja pada waktuNya.

Tuhan takkan terlambat
Juga tak akan lebih cepat
Ajarilah kami setia selalu menantiMu Tuhan

1 korintus 10:13 & Pengkotbah 3:11a

Wakeikagoo.Net

Mother teresa Jadi Harun Dalam Mengajarkan Manusia Mesti Memiliki Refleksi Terbaik

CARA - CARA MENCAPAI KERENDAHAN HATI

Cara-Cara Mencapai Kerendahan Hati
(oleh Mother Teresa)

1. Berbicara sedikit mungkin tentang diri sendiri.

2. Uruslah persoalan-persoalan pribadi.

3. Hindari rasa ingin tahu.

4. Janganlah mencampuri urusan orang lain.

5. Terimalah pertentangan dengan kegembiraan.

6. Jangan memusatkan perhatian kepada kesalahan orang lain.

7. ...Terimalah hinaan dan caci maki.

8. Terimalah perasaan tak diperhatikan, dilupakan dan dipandang rendah.

9. Mengalah terhadap kehendak orang lain.

10. Terimalah celaan walaupun Anda tidak layak menerimanya.

11. Bersikap sopan dan peka, sekalipun seorang memancing amarah Anda.

12. Janganlah mencoba agar dikagumi dan dicintai.

13. Bersikap mengalah dalam perbedaan pendapat, walaupun Anda yang benar.

14. Pilihlah selalu yang tersulit.

Wakeikagoo.Net