Recent Posts

Kamis, 29 Oktober 2015

KEDATANGAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN KABUPATEN DEIYAI PITER ADII,SPd DALAM KEADAAN TIDAK NYAMAN.

Jayapura,29/10/15
KEHADIRAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN KABUPATEN DEIYAI  DALAM KONDISI TIDAK NYAMAN .

   KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN KABUPATEN DEIYAI PITER ADII,S.Pd TELAH HADIR DI KOTA STUDY JAYAPURA DIBUBARKAN OLEH MAHASISWA MEEPAGO Www.Suarawakeibadoo.com ADII , KEMBALI BERTEMU DENGAN MAHASISWA/I KABUPATEN DEIYAI KOTA STUDY JAYAPURA, DALAM HAL MENYANGKUT PEMBAGIAN DANA STUDI AKHIR BAGI YANG BELUM MENDAPATKAN TUNJANGAN KONTRAK JUGA DISEBUT PEMONDOKAN UJAR ADII,KEPADA BADAN PENGURUS FORUM KOMUNIKASI MAHASISWA/I KABUPATEN DEIYAI HARUS MEMBUAT PENDATAAN ULANG BAGI YANG BELUM MENDAPATKAN BANTUAN BIAYA STUDI AKHIR (TA) 2015 .DAN DATANG MASUKKAN KE DINAS TERSEBUT DALAM HAL ITU PULA ADII,MENGATAKAN BAHWA KAMI TIDAK BISA SEHARUSNYA TURLAP ( TURUN KE LAPANGAN) TETAPI KARENA DESAKAN DARI PARA MAHASISWA/I HINGGA SAAT INI KAMI BERTEMU KEMBALI.
   IBARAT KATA YANG  KAMI IKUTI PETUNJUK DARI KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN KABUPATEN DEIYAI PITER ADII,S.Pd , DALAM KONDISI TIDAK NYAMAN SEHINGGA TAKDIR ADA KEANCAMAN ANTARA MAHASISWA MEE DENGAN MEE SEHINGGA TIDAK LANJUT PERTEMUAN TERSEBUT DIBATALKAN/DIBUBARKAN OLEH MAHASISWA MEE DUA KABUPATEN DEIYAI,YAKNI PANIAI DAMPAKNYA MASALAH TERDIRI DARI IPPMEE CUP IX TAHUN 2015.
YANG MANA BERLANGSUNG SELAMA SEBULAN PENUH ,
   KINI KAMI MELIHAT DAN MERASAKAN UNTUK KEDEPANNYA TAK ADA PERCAYA ANTARA MAHASISWA DENGAN PEMERINTAH DAERAH .
ADA PUN KAMI MELIHAT SEBAGAI MANUSIA MEE TIDAK ADA RASA MEMILIKI ANTARA SATU SAMA LAINNYA HINGGA DAMPAKNYA EFEKTIF YANG TIDAK NYAMAN DAN HARGA DIRI SEBAGAI SAYA ORANG MEE SEMAKIN HILANG ENTAH ITU KEMANA?
   HAL INI SUDAH MENONJOL/KEJAM NAMUN KEHADIRANNYA ORANG TUA KAMI SEBAGAI MAHASISWA/I ASAL KABUPATEN DEIYAI SANGAT KECEWA DENGAN KELAKUAN BEBERAPA MAHASISWA MEE YANG BERMAIN DI BALIK LAYAR KARAKTER BUKAN MAHASISWA AKIBATNYA BANYAK PERSOALAN MENAMPUNG.
  BEBERAPA WAKTU LALU SAYA DENGAN BEBERAPA MAHASISWA BERDISKUSI TENTANG ASPIRASI MAHASISWA/I YANG  MENJADI MAKANAN TIKUS DI KANTOR DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN DEIYAI (DPRD-DEIYAI),UJAR KETUA FORUM KOMUNIKASI MAHASISWA/I KABUPATEN DEIYAI SE-JAYAPURA ,ELIUS PEKEI KEPADA PERS WWW.SUARAWAKEIBADOO.COM

TARI TRADISIONAL (EMAIDA)

TARI TRADISIONAL (EMAIDA)

NARASI
Salah satu cara minang seorang gadis Mee adalah pada kesempatan berdansa di rumah dansa yang disebut sebagai “emaida”.
Masyarakat sebelum ke tempat dansa berkumpul di satu tempat setelah orang terakhir tiba lalu mereka “yuu” bertanda siap jalan. Setelah “yuu” mereka pergi ke emaida.
Setelah mereka sampai di halaman Emaida mereka menyanyikan salah satu lagu sebagai pengantar masuk ke dalam rumah dansa. Beberapa laki-laki yang mengangkat lalu dansa. Ada bermacam-macam lagu dansa, dari beragaman lagu itu salah satunya adalah lagu yang berbunyi meminang seorang gadis. Sementara lagu berlangsung seorang pemuda memasukkan tanda mata (pakooba) di nokennya seorang pemudi, yang ia cintai.
Kemudian si pemuda dan pemudi keluar diam-diam ke rumah laki-laki. Setelah diketahui oleh orang mengurusi maskawin. Pihak perempuan meminta maskawin dengan harga yang mahal, sebab gadis itu adalah gadis yang bisa berwibawa dan nama dirinya bagus “Deiyai Yoogo”. Yang arti Gadis Deiyai yang bermagota.
Ketentuan harga maskawin diterima oleh pihak laki-laki disepakati waktu pelaksanaan proses pernikahan adat.
Pernikahan adat dilakukan pertama oleh pihak laki-laki, yakni pihak laki-laki mengundang pihak perempuan untuk mengambil harta maskawinnya. Harta benda berupa kulit bia/kerang diletakkan di atas koba-koba lantas diperiksa oleh pihak perempuan jika disesuai permintaan maka pihak perempuan berhak memintanya. Setelah dilengkapi harta bendanya pihak perempuan mengambil dan membambaginya. 
Setelah harta maskawin dibagikan pihak perempuan ke rumah anak gadis untuk memberikan nasehat kepada keluarga baru dan mendengarkan mimpi haid pertamanya. Nasehat berupa cara hidup keluarga yang baik. Pun sebaliknya dari pihak laki-laki juga memberikan nasehat kepada keluarga baru.
Kemudian dilangsungkan pengungkapan mimpi yang dilihat pada saat haid pertama oleh si gadis yang baru nikah.  Namun sebelum ia membagi cerita didahului oleh mama mantunya (ibu dari laki-laki) kemudian diceritakan oleh si gadis lantas oleh mamanya (ibu dari si gadis).  Kemudian diteruskan dengan cerita pengalaman hidup dari keluarga yang lama. Mereka saling membagi pengalaman hidup baik suka maupun pengalaman hidup duka-malang sampai pagi.

POLA & MATERI
Dalam kebiasaan suku mee tamu baik perorang maupun komunal sangatlah penting. Salah satu nilai yang terjadi ketika manusia mee mengadakan rumah dansa, di situlah tuan rumah siap menerima para tamu dari berbagai tempat dengan sikap harmonis. Bukan hanya itu saja yang terjadi tetapi nilai-nilai luhur lainnya pun ikut dibangun bersama baik oleh pihak tuan rumah maupun oleh para tamu, diantaranya saling menerima, melayani, mendengar, membangun komunikasi, meningkatkan pendapatan melalui bisnis, dan lain sebagainya. Namun pada kesempatan ini kami hanya menampilkan cinta yang terjadi di rumah dansa dan pada akhirnya masalah tersebut bisa diselesaikannya dengan baik atas dasar nilai-nilai luhur tersebut di atas. Demikianlah pola ceritanya :

Para tamu mengucapkan rasa bahagia dengan “Yuu” bersama di tempatnya.

1). Para tamu sedang berarak menuju ke rumah dansa. Lantas memasuki di dalam rumah dansa sambil bernyanyi/sambil menari. Kemudian mereka mengungkapkan beberapa ayat lagu tarinya sambil menari.

2). Para tamu menari di tengah sambil mengungkapkan isi hatinya melalui lagu (ugaa) dan para tuan rumah khusunya perempuan dan beberapa perempuan tamu menari di pinggir sambil menerangi rumah dansa dengan lampu dari bambu. Pada kesempatan inilah awal mulainya percintaan. Antara salah satu gadis tuan rumah dengan salah satu pemuda dari tamu (bisa sebaliknya). Caranya adalah si pemuda memasukkan tanda mata (kenang-kenangan) di dalam noken si gadis yang ia cintai.

3). Pada pagi hari mereka baik pihak perempuan maupun pihak laki-laki menyepakati harga harta maskawin dan menyelesaikannya. Kelompok A merupakan pihak laki-laki dan sebaliknya kelompok B adalah pihak perempuan. Kemudian setelah menyepakati harga harta maskawinya mereka melangsungkan proses penyelesaian dan penyerahan maskawinya dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan. Lantas pada malam harinya mereka teruskan dengan acara pengungkapan mimpi pertama (ketika Haid pertama oleh si gadis). Alasannya adalah bagi suku mee mimpi pertama merupakan pedoman hidup bagi dirinya sendiri dan bagi keluarganya. Maka dalam pengungkapan harus hati-hati dan terungkap semuanya.

4). Perjumpaan para tamu diakhiri dengan penyelesaian maskawin. Lantas mereka bersama mengungkapkan rasa syukurnya dengan “yuu” bersama sebagai satu keluarga. Maka pada akhirnya mengangkat sebuah lagu sebagai penunutup dari semua rangkaian acara ini.

Demikian tari tradisional yang berlangsung di rumah dansa. Karya ini dipersembahkan oleh sanggar Deiyai bekerjasama dengan pemerintah kabupaten Deiyai (Dinas Kebudayaan & Pariwisata) dan dengan Dewan Kesenian Deiyai pada pesta budaya ke XIII Papua di Jayapura.





















ketua Dewan Kesenian                                  Ketua Sanggar Deiyai
                                                                        Hormat Kami

        Andreas Mote, S.E                                          Willem Pekei, S.E



CERITA RAKYAT TRADISIONAL
(Ritus Perdamaian)

Narasi
Ritus ini diawali dengan lagu pembukaan berupa (tuupe). Setelah para peserta tiba di tempat pentas langsung membentuk tiga kelompok, masing-masing terdiri dari kel. i. adalah penunggu telagaselanjutnya disebut madou, posisi di depan; kel.ii. adalah pengusir penunggu, posisi di sebelah kiri dan kanan tengah; kel.iii adalah dukun atau pendamai dan keluarga, posisi di belakang penunggu tersebut, tepatnya di sebelah kiri dan kanan. Keduaa keluarga masing-masing adalah keluarga Yigii & keluarga Gooko.
Para pengusir madou, seorang menggunakan tombak kayu dari Yigii (arti kata Yigii : menggerakan sesuatu untuk mengusirnya dari tempat tinggal). Juga sebaliknya, pengusir yang kedua juga menggunakan tombak kayu dari gooko (arti kata gooko : menggerakan sesuatu untuk mengusirnya dari tempat tinggal) secara khusus kedua jenis kayu ini digunakan untuk mengusir madou dari tempat tinggalnya. Mereka bergantian menggerakkan madou sambil bernyanyi (lagu pengusiran) agar ia bergegas keluar dari tempat tinggalnya.
Madou setelah tiba di tempat yang dituju oleh pengusir, pengusir menyatukan kedua kayu yang telah dipakai dalam prosesi pengusiran, agar ia tidak kembali lagi ke tempat semula. Kemudian para pengusir menyepakati mengadakan ritus juga untuk memperkokoh penyatuhan tombak tersebut. Maka mereka dua sangat berhati-hati menyepakati memanggil pembuat ritus.
Setelah sepakat salah seorang pengusir madou segera ke kediaman pembuat ritus untuk memanggilnya. Lantas ia menyampaikan tujuan kedatangannya lalu si pembuat ritus pun ada tanda sebelumnya maka si pembuat ritus menyampaikan bahan-bahan yang perlu disiapkan sebagai bahan doa. Bahan-bahan doa yang perlu disiapkan antara lain adalah : babi satu ekor, daun pohon (mai), alang-alang seperlunya, tali, dan lain sebagainya.
Si pengusir madou dan si pembuat ritus setelah tiba di tempat pelaksanaan ritus, si pembuat ritus langsung membuat dengan berkata : “untuk selanjutnya anda tidak layak dan berhak mengganggu manusia dari genarasi ke generasi serta segala ciptaan Allah lainnya. Anda kini telah memiliki tempat yang baik dan aman maka jangan pernah kembali lagi ke tempat kediaman manusia, tempat bertani, nelayan, beternak, dan lain sebagainya”. Setelah ia mengungkapkan kata-kata di atas ini ia langsung membunuh babi sebagai korban penebusan. Babi yang telah dikorbankan itu dibelah dua, bagian lain untuk madou dan bagaian yang lainnya untuk manusia. Kemudian manusia yang memakan babi itu dan keluarga yang lainnya menjalani pantang dan puasa selama tujuh hari-tujuh malam.
Pada akhirnya, manusia yang hidup di generasi sekarang mengungkapkan ucapan syukur dan terimaksih pertama dan terutama kepada Allah, kedua kepada para pengusir madou dan pembuat ritus pada saat itu dengan berkata “ jika tete-nenekmoyang tidak melakukannya perdamaian dengan madou, pasti kami ini tidak ada tetapi Allah dan para leluhur membuatnya maka kami dan generasi berikutnya aman dan damai. Maka  kami kini karena aman di tempat ini sehingga segala aktifitas telah, sedang dan akan dilaksanakannya. Bahkan tempat ini juga merupakan poros kedudukan kabupaten Deiyai sehingga roda hidup kami pun aman dan damai (baik roda pemerintahan, masyarakat dan alam semesta Deiyai).

Pola & Materi
1). Para peserta memasuki arena pentas dan mengadakan penghormatan kedapa semua hadirin di sekitar pentas.

.

2). Para pengusir penunggu telaga mengusir dengan menggunakan kayu yigii dan gooko sambil lagu pengusiran.



3). Para pengusir madou menyatuhkan kedua tongkatnya dan memalang antara madou dengan manusia. Lalu mereka dua mulai mempersiapakan segala persiapan untuk mengadakan ritus perdamaian antara madou dengan manusia. Seusai persiapan, mereka mengadakan proses rekonsiliasi agar tidak saling mengganggu dan tidak menjadi mangsa terhadap yang lainnya.
Kemudian pendamai itu dengan tegas menyampaikan sikap rekonsiliasi bagi keluarga yang mengadakan itu. Diantaranya, adalah berpantang dan puasa. Bahkan percaya bahwa madou  ini tidak akan kembali lagi untuk mengganggu manusia dan lainnya yang ada di alam ini.

4). Pada akhirnya manusia yang kini hanya mengucapkan syukur atas perjuangan yang diperjuangkan oleh tetek-nenek moyang  pada masa lalu. Sebab hasilnya diterima dan dirasakan oleh generasi kita sekarang. Setelah selesainya, mereka mengangkat sebuah lagu syukur. Atas selamat dari ancaman madou.

Demikian cerita tradisional yang berlangsung di rumah di alam bebas. Karya ini dipersembahkan oleh sanggar Deiyai bekerjasama dengan pemerintah kabupaten Deiyai (Dinas Kebudayaan & Pariwisata) dan dengan Dewan Kesenian Deiyai pada pesta budaya ke XIII Papua di Jayapura.






















ketua Dewan Kesenian                                  Ketua Sanggar Deiyai
                                                                        Hormat Kami

      Andreas Mote, S.E                                          Willem Pekei, S.E






MUSIK RAKYAT
(Deiyai Maki Iniya)

Tanah yang kita mendiami ini adalah tanah milik kita bersama. Kita beraktifitas dan hidup di sini & kini karena ada tanah. Maka tugas kita adalah membangun hubungan baik dengan tanah. Memelihara tanah kudus yang diberikan Cuma-Cuma kepada kita.
Tanah Deiyai juga adalah tanah milik kami yang kudus dan abadi. Oleh karena itu, kami hanya mampu mengungkapkan rasa syukur kepada Allah yang mengadakan tanah ini.
Kami datang ini juga dari tanah kami Deiyai untuk menjumpai saudara-saudari di sini dan kini, agar kita bersama mengucapkan rasa syukur kita kepada Yang Punya tanah kudus ini.
Demikianlah rasa syuku kami, atas perhatian dan kerja sama yang baik kami mengucapakan berlimpah terimakasih.

Pola

1). Peserta memasuki arena pentas mengadakan penghormatan kepada tim juri dan para penonton.

2). Para peserta mengungkapkan ungkapan bahagianya berupa lagu. Lagu ini diiringi lagu tradisional pula.

3). Pola ini adalah peserta bersatu hati dan pikiran menyampaikan salam. Lalu peserta kembali ke tempat semula sambil bernyanyi tuupee.

Demikian musik tradisional yang berlangsung di alam bebas. Karya ini dipersembahkan oleh sanggar Deiyai bekerjasama dengan pemerintah kabupaten Deiyai (Dinas Kebudayaan & Pariwisata) dan dengan Dewan Kesenian Deiyai pada pesta budaya ke XIII Papua di Jayapura.



























ketua Dewan Kesenian                                  Ketua Sanggar Deiyai
                                                                        Hormat Kami

        Andreas Mote, S.E                            Willem Pekei, S.E

ALAM PAPUA RINDU AKAN HUKUM ALAM PAPUA YANG BISA MEMAGARI

Alam papua rindu akan hukum yang bisa memagari.

Sampai saat ini alam raya papua meminta kepada para elit baik politik maupun birokrat serta institute perwakilan rakyat papua segera memagari aku alam papua dengan hukum adat sebab alam papua adalah wilayah adat yang sampai saat ini belum ada pagar sehingga semua yang ada pada bumi cerndrawasi dicungkil oleh babi liar ( ember ) sebab aku alam raya papua belum di apagari.
Yang ada dalam alam papua mulai dari kekayaan alam sampai pada manusia papua di atas alam raya papua habis sebab pagarnya belum ada. Sehingga sesegera mungkin kerunduan alam dilaksanakan. Secara kultur dan geografis papua memang wilayah adat dan yang ada dalam bumi papua adalah milik orang adat.
Sampai saat ini secara universal papua belum dipagari oleh hukum sehingga pantas perusahan illegal yang masuk ke bumi papua sebagai wilayah adat dengan seenaknya sebab papua belum ada pagar/hukum yang menjamin bahwa aku sudah memagari sehingga jangan coba- coba masuk ke wilayah adat.
yang telah ada hukum yakni dalam bentuk peraturan daerah tentang perlindungan lingkungan hidup yang telah diterbitkan oleh pemerintahan setempat juga seakan- akan ilusi dan simbolis oleh karena beragam kepentingan kebutuhan dan politik.
Sampelnya dilihat dari perusahan kelapa sawit di kabupaten nabire, pemerintah mengijinkan perusahan itu tanpa memperhatikan ANDAL ( analisa mengenai dampak lingkungan ) dan lagi secara publik adat belum menginjinkan perusahan itu masuk senekannya.   lain lagi perusahan illegal didegewo yang telah beroperasi oleh ember sampai perut alam raya paniai hancur. Dan lagi menewaskan masyarakat sipil yang tidak tahu menahu apa apa. Seharusnya pemerintah daerah setempat sebelum masuk perusahan itu analsis menegenai dampak lingkungan dan rutinitas publik setempak. Jika analisis merugikan maka pentingnya menolak untuk mengekspolitasi kekayaan tersebut.
Hal hal seperti itu perlu diwaspadai dan lagi urgensi parameter akan autcome ( dampak ) dari pada perusahan dengan membandingkan peraturan daerah yang telah diterbitkan.  Yang diminta oleh alam adalah regulasi yang betul- betul melindungi serta memayungi alam raya serta segala isinya.   Alam raya papua mengijinkan orang adat papua mengelolah serta menjaga terpenting adalah urgensi memelihara dan melindungi alam papua.                                   masyarakat adat teramcam di wilayah adat 
Melindungi dan mengayomi masyarakat adat di wilayah adat adalah tanggungjawan publik figure papua. secara kutur papua yang kini beragam telah ada adat dan hukum adat di wilayah adat. Sampai saat ini masyarakat adat rutinitas kehidupannya terancam.   Keterancamannya diakibatkan dari belum memagari serta regulasi yang ada tidak ditindaklanjuti berdasarkan esensi atau isinya dan mengedepankan adalah unsure kepentingan oleh para publik figure.
Sehingga ditengah itu masyarakat adat terancam dan untuk memperjuangkan hak – hak hudup diwilayah adat juga sangat menyempit. Dalam hal ini kami dari foru mpeduli papua menanyakan bahwa ;   untuk siapa publik papua yang ada sedang menjabat yang dipilih lansung oleh masyarakat adat sedangkan yang memilih sedang terancam..??  apa yang telah diimplementasikan oleh para elit papua sedangkan secara ekonomi lokal & regional kita dijajah diwilayah adat yang penuh kaya raya ini..??  mengapa sementara duduk dikedudukan kekuasaan tidak dibangun berdasarkan pembangaun bermata budaya yang mana sementara ini konsep pembangunan berpedoman kepada basis pemerintah pusat dalam hal ini bappnas. Sedangkan undang- undang otonomi khusus menjamin kita untuk membangun berdasarkan prakarsanya dengan memperhatikan aspirasi rumah tangga setepat yang ada di daerah khusus yang telah diakui.       pertanyaan ini sifatnya kritis demi tegaknya nafsu akan terwujudnya perubahan dan peradaban. Sehingga kepada publik figure papua membuka mata hati dan mengintopkesi diri dengan membandingkan kedudukan serta kesadaran bahwa terwujudnya perubahan serta kemajuan ada dipundang yang menjadi tanggungjawabnya sangat berat.    jika kesadaran itu senantiasa timbul dan menyapingkan sikap apatis serta mengedepankan jiwa umum akan publik otomatis perubahan dan peradaban dalam pembanguan jangka pendek, menengah bahkan berjangka panjang akan terjadi perubahan sebab sifatnya berkesinambungan.  dengan demikian kehidupan masyarakat adat terancam adalah itu perasaan kita yang mana kita juga ikut alami. Secara bersama mari kita jadikan tantangan sehingga dengan itu pasti ada saatnya menemukan celah untuk terdobrak dan menemukan nasibnya di bumi sendiri entah itu dengan system apa saja.   sehingga dengan adanya juga perusahan illegal yang mana terlihat oleh perusahan kelapa sawit oleh pihak luar papua “” Menghancurkan benteng terkahir hutan papua di wilayah adat . karena itu sampai saat ini alam raya papua sangat haus akan hukum yang bisah memagari alam raya papua dan seisinya.

HARGA DIRI SEBAGAI MANUSIA MEE SEMAKIN HILANG ENTAH ITU KEMANA?

   HARGA DIRI SEBAGAI MANUSIA MEE SEMAKIN HILANG ENTAH DAPAT TERANCAM DENGAN BERDAMPAK NEGATIF TERHADAP MEE ANTARA MEE.

   NAMUN LEBIH BAIK SELANJUTNYA IPPMMEE INI HARUS BUBAR, KARENA KINI KAMI MELIHAT IPPMMEE CUP IX TAHUN 2015. YANG MANA KAMI SUDAH IKUTI BAIK ITU DARI AWAL PERMULAAN MEMBUKA (IPPMMEE) HINGGA SAAT BERAKHIRNYA PERTANDINGAN IPPMMEE CUP IX TERJADINYA TERANCAM PERKELAHIAN ANTARA MEE DENGAN MEE YANG MUNCUL DI KALANGAN  LAPANGAN SAKEUS PADANG BULAN JAYAPURA,(29/10/15).

   IBARAT ATAU UJUNGNYA SEBUAH HAL YANG DAMPAK NEGATIF DALAM "IPPMMEE" INI MENJADI ; IKATAN PEMUDA PELAJAR MUSUH MEE.

   MAHASISWA MEE KINI TERPANCING EMOSI DENGAN TIDAK SADAR/TAK MENGENDALIKAN DIRI BAHWA SAYA ADALAH SEORANG INTELEKTUAL ITU BELUM ADA SEHINGGA.
   HAL INILAH YANG TELAH DAMPAK SAAT INI  NAMUN UNTUK KEDEPANNYA PARA SENIORITAS MEEPAGO YANG BERADA DI KOTA JAYAPURA,HARUS MELIHAT DAN MEMBERIKAN PEMAHAMAN YANG MEMBANGUN DALAM KEGIATAN TERSEBUT INI.

   COBA SEBAGAI MANUSIA MEE JUGA MAHASISWA MEE MEMBERIKAN PANDANGAN YANG BIJAKSANA TERHADAP SESAMA HAL ITU PUN TIDAK,? YANG ADA SETIAP TAHUN MENGADAKAN KEGIATAN FISIK - FISIK YANG SAMA TIDAK PERNAH ADA KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI BAHKAN YANG MELUAS WAWASAN ANDA  JUGA SEBAGAI MAHA ADALAH SERBA SEDEMIKIAN BANYAK MEREKRUT SETIAP KATALOG.

   SEBAGIAN BESAR INTELEKTUAL MEE SANGAT KEJAM  KARENA TIDAK PERNAH MENYELIDIKI BAHWA SAYA ADALAH MANUSIA MEE,
ORANG MEE TELAH TERPENCAR DALAM KEBERSAMAAN MAUPUN PERSATUAN  KARENA BELUM ADA RASA MEMILIKI ANTARA SATU SAMA LAINNYA HINGGA HAL MEMBANGUN KEMANDIRIAN BANGSA DAN NEGARA SUDAH HANCUR,DIKALANGAN ENTAH ITU JATUH KEMANA TAK DI KETAHUI.