Senin, 24 Oktober 2016
PENUMPANG MEMILIKI BANYAK UGASNYA.
Senin, 10 Oktober 2016
Hidup Merubah Takdir Oleh Senior Tinus Adii

MERAJUT NASIB MERUBAH TAKDIR (oleh: Adii Tinus)
Anda mungkin pernah mendengar ungkapan - ungkapan sebagai berikut:
* " yah, suratan takdir saya menjadi pegawai rendahan"
* " saya terimah nasib saja menjadi orang kecil"
* dasar garis tangannya, orang itu ahirnya jadi pengusaha sukses
Ungkapan-ungkapan seperti diatas sangat sering kita dengar atau bahkan kita ucapkan sehingga tanpa kita sadari menjadi sebuah MITOS yang dianggap benar namun sesunggunya belum teruj, pertanyaan bodoh saya terhadap ungkapan-ungkapan tersebut adalah sebagai berikut :andai benar bahwa pencapaian seseorang ditentukan oleh suratan takdir, nasip atau garis tangan, maka untuk apa kita susa-susa mengadakan pemilihan umum ? cukup seluru rayat negara ini di-scan tanganya lalu dimasukan kedalam komputer. selanjutnay, pada saat kita hendak memili walikota, gubernur atau bahkan presiden, tinggal cari siapa yang garis tangannya mengatakan bahwa dia ditakdirkan untuk menjadi pimpinan.
kita perlu berhati-hati terhadap pemikiran-pemikiran yang bersifat MELEMAKAN, pemikiran-pemikiran tersebut cenderung dijadikan DALIL oleh orang-orang yang tidak berhasil untuk menutupi kegagalanya. saya pribadi, suda sejak lama, untuk tidak percayai mitos-mitos diatas. Bagi saya, Paradigma atau cara pandang yang jauh lebih biasa diterima dan jauh lebih berguna adalah: bahwa pikiran seseorang akan Mempengaruhi sikapnya. selanjutnya sikap seseorang akan menentukan tindakanya. lalu tindakan seseorang akan menentukan hasilnya. dan, bilah hasil demi hasil diakumulasikan maka akan menjadi.............nasib atau takdir jadi singkatnya, nasib atau takdir seseorang ditentukan oleh pikiranya.
Anda tidak percaya ? mari kita menelaah ilustrasi berikut. dua orang pengusaha, sebut saja si bijak dan si bodoh, memulai usaha yang sama, pada saat yang sama, ditempat yang sama dengan jumlah modal yang sama. semuanya sama. yang berbeda adalah carah berfikir si bijak dan si bodoh. sibodoh berfikir bahwa uang yang didapatnya dari hasil usahanya bisa ia gunakan sesuka hati. sedangkan sibijak berfikir bahwa uang yang didapatnya dari hasil usahanya harus di gunakan untuk memperbesar usahanya tersebut. ternyata penjualan si bijak dan sibodoh sama lakunya. omset mereka dari bulan pertama sama. si bodoh menggunakan keuntungan yang di perolehnya untuk bersenang-senang. sementara si bijak menggunakan keuntungan yang di perolehnya untuk menamba kapasitas usahanya. bulan ke dua penjualan si bijak sedikit lebih banyak dari si bodoh karena ada barang-barang yang tidak di sediakan oleh si bodoh namun di sediakan oleh si bijak. perlahan-lahan, para pelanggang si bodoh mulai berali ke si bijak karena barang-barangnya lebih lengkap. di bulan berikutnya, karena skala bisnis si bijak membesar, maka si bijak mulai mendapatkan berbagai siskon dari para suppliernya sehingga selanjutnya si bijak menurunkan harga jualnya dengan tetap mempertahankan keuntungan. pada bulan ke -12, omset si bijak suda meningkat 10 kali lipat di bandingkan bulan pertama. sementara si bodoh suda menutup usahanya. lalu pantas ka si bodoh mengatakan keberhasilan dalam menjalankan usaha tersebut bukan merupakan peruntunganya melaikan suda menjadi garis tangan si bijak ?
Mari kita simak kembali ilustrasi diatas. siapa yang memiliki pemikiran yang benar terhadap uang yang dihasilkan ? jawabanya adalah si bijaksiapa yang bersikap benar terhadap uang yang dihasilkan ? kembali sibijak. siapa yang mengambil tindakan yang benar uang yang di hasilkan ? lagi-lagi si bijak. siapakah yang mendapat hasil baik dari waktu ke waktu ? tentu saja si bijak. dan terahir, siapa yang ahirnya bernasib lebih baik dalam usaha tersebut ? jelas si bijak.
Dari kisa diatas kita dapat menyimpulkan bahwa nasib seseorang adalah: SEJAUH PIKIRANYA. semakin seseorang mempersempit pikiranya, maka semakin suram nasibnya demikian pula semakin seseorang memperluas pikiranya, maka semakin CERAHLAH NASIBNYA. bahkan pikiran seseorang bukan hanya bisa MERAJUT NASIBNYA TETAPI JUGA BISA MENGUBAH TAKDIRNYA.
"Ingat, tidak ada kesulitan dalam Hidup yang ada Hanyalah TANTANGAN UNTUK DIHADAPI dan MASALA UNTUK DI SELESAIKAN. Syukuri HIDUP ini Tetap Optimis gunakan semua sumber daya yang ada padaMu untuk Menggapai cita-citaMu. Tidak ada yang tidak bisa kecuali kita tidak mau.
(perjuangan Hidup belum selesai tetap semangat)
MAHASISWA DEIYAI DI JAYAPURA TAHUN INI TIADAKAN ORIENTASI PERKENALAN MABA
HAL "ITU MENJADI SATU PERTANYAAN BAGI
PENGURUS WADAH FORUM KOMUNIKASI MAHASISWA/I KABUPATEN DEIYAI (FKM-KD) SE-JAYAPURA.
Jayapura, 09/10_[W/K] SALAH SATU MAHASISWA UNCEN FAKULTAS "FKIP" JURUSAN ILMU PEMERINTAHAN STEFANUS PEKEI NANYAKAN.
TAHUN INI SELURUH MAHASISWA/I DEIYAI JAYAPURA LEBIH KHUSUS' MAHASISWA/I BARU "MABA" MERASA KESAL DAN (BERTANYA-TANYA) KARENA TIADANYA SEMINAR DAN ORIENTASI " PERKENALAN MABA" TAHUN 2016. Ujarnya Pekei,..KEPADA www.wakeikagoo.Net / Blogspot
com [09/10] .
LANJUT PEKEI LEPAS DAN SAMBUT INI. TAHUN KE TAHUN SELALU DIADAKAN DALAM SETAHUN SEKALI "JIKA TAHUN INI MENGAPA TIADAKAN MENJADI PERTANYAAN?"
HAL TERSEBUT PEKEI MENGHERANKAN' "WAH.....TIDAK BIASANYA KAMI MELIHAT FORUM EXTEREN KOK... TIADAKAN ORIENTASI "MABA" ITU.! UJAR,.. STEF, DENGAN HERANNYA".
PEKEI MEMBANDINGKAN DENGAN WADAH INTEREN/LOKAL YANG ADA DALAM FORUM TERSEBUT YAKNI; KETUJUH IKATAN LOKAL ANTARA LAIN:
1. IPMA-WAMUYA
2. IPPM-TIBAR
3. IKB-BOMOU
4. IPPMD-DEBEI
5. IPPM-OG
6. IPPMA-APOGO
7. IPPMA-KD
BIASANYA SETIAP KEGIATAN APAPUN SEBAGAI INDUK MEMBUKA PITA TENTUNYA,
"JIKA STEF' BERHARAP KEPADA PENGURUS DAN SELURUH MAHASISWA/I DEIYAI KEDEPAN HARUS MENJULUKI TUGAS SESUAI "MOTTO" PEMBANGUNAN KABUPATEN DEIYAI "MELIHAT,BERPIKIR, DAN BEKERJA," MELALUI [DOU-GAII-EKOWAI]. SIAPUN YANG AKAN MEMIMPIN MENJADI PENGURUS KEMUDIANNYA PENTING MENIMBANG ATAS DASAR PONDASI "MOTTO DAERAH TERSEBUT" "UJARNYA PEKEI DENGAN TEGAS. IA SALAH SATU MAHASISWA ASAL DEIYAI KULIAH DI FK-IP UNCEN Kepada Kami Www.Wakeikagoo.Net/Blogspot.com Ketika Itu, Senin (09/10) .
Rabu, 05 Oktober 2016
OTNIEL GAMADAI MOTE, MERASA BAHAGIA TELAH MENGGAPAI USIA KE-23 TH.

Othyz Amoye'day Mote yang pertama saya mengucap syukur kepada tuhan yesus karena masih diberi umur yang panjang, itu artinya saya masih punya kesempatan untuk memperbaiki diri dan berkarya. Momen-momen usia bertambah, adalah momen intropeksi diri. Dalam melihat usia yang semakin bertambah, fitrah kemanusiaan kita selalu
menyimpan cita-cita dasar dalam hidup,
yaitu bisa memberi manfaat bagi orang lain. Mudah-mudahan, sejauh ini, saya sudah bisa memberikan manfaat bagi orang lain.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada kedua orangtuaku (bapak don moteibo mote dan bundaku beatriks pekenago pekei) dan bapak/i piarah atau angkat ( tete pekamoye dan nene atha maga mote) yang telah membesarkan dan merawat saya hingga bisa seperti sekarang ini, saya mengaku sangat banyak kesalahan yg saya lakukan kepada orangtuaku hingga membuat hatinya sedih, dengan itu saya sangat menyesal sya minta maaf, dan saya janji suatu hari nanti saya pasti bisa membuat kedua orangtuaku bangga melihatku, doaku tak perna putus untuk kedua orangtuaku dan tete dan neneku, semoga tuhan memberikan umur panjang kekuatan dan kesehatan dan untuk adiku tercinta enago elisabeth mote terima kasih telah menjadi adik yg baik kakak slalu menyayangimu.
Dan saya juga tak lupa untuk selalu
bersyukur karena punya sahabat” 09 dan teman-teman yang mau mendoakanku lewat, fb, twitter, bbm , dan teman-teman yg lainnya...
Terima kasih untuk semua sahabat”dan teman-teman yang telah memberi ucapan selamat dan itu merupakan doa buatku di hari ulang tahunku hal itu membuatku merasa senang sekali...
Begitu juga sejak gabung facebook, twitter dan situs lainnya di dunia maya, selalu saja ramai ucapan dan doa-doa di hari ulang tahunku, terima kasih untuk semua itu.
Terlebih lagi ucapan-ucapan yang
masuk melalui sms dan juga tlp, baik itu
ucapan dari teman, sahabat serta keluarga
dan itu menjadi kesenangan tersendiri
buatku. Saya senang mendengar dan membaca tulisan teman-teman yang berdoa untukku. Saya tak mau meremehkan doa, sekalipun doa dari seorang anak kecil, apalagi dari teman-teman di dunia maya maupun di dunia nyata. Skali lagi terima kasih kepada semua yang telah memberikan ucapan selamat ulang tahun untukku...tuhan yesus memberkati.
An: Othyz Amoye'day Mote
Hollandia_Papua ( 05 OKTOBER 2016)
PEWARTA : FRANS MOTE/W.NET
Selasa, 04 Oktober 2016
Di Atas Penolakan UP4B Oleh Penduduk Mayoritas Papua ,UP4B Telah Terobos Masuk Ke Papua Untuk Menggoreskan Luka Baru Lagi Di Atas Luka Lama.

UP4B juga membantu presiden memastikan percepatan pembangunan terwujud. ”UP4B tidak mengambil peran, tugas, dan wewenang pemerintah daerah,” ujarnya. Bahkan, kata Bambang, UP4B berupaya mendorong keterlibatan lebih besar dari orang asli Papua dalam kepemimpinan lokal dan nasional. Penegasan ini menanggapi pernyataan beberapa peserta sosialisasi menyangkut keberadaan UP4B.
DANAU PANIAI, SALAH SATU SUMBER DAYA ALAM PAPUA YANG KIAN TERDEGRADASI

- Sejarah Singkat Danau Paniai
- Faktor-Faktor Penyebab Degradasi Danau Paniai
“Ya, pendangkalan ini karena air dari kali kali itu dari gunung turun pada saat hujan di bawah air, bawa kayu kayu, akhirnya danau jadi dangkal. Pendangkalan itu 2002 itu sekitar 75 meter pendangkalan, jadi kalau kita ukur 2006 danau Paniai ini sekitar 15 meter."ujar Gobai.
Kepala BAPPEDALDa Kabupaten Paniai Barnabas Gobai menambahkan, pada tahun 1935 saat diukur para misionaris kedalamannya danau Paniai sekitar 300 meter. ( KBR68H Paniai)
Dampak pendangkalan dan penyempitan turut mempengarui keseimbangan ekologis danau paniai, setidaknya ada tiga penyebab dari permasalahan besar tersebut yang sangat kompleks dan terkait dengan masalah-masalah lain di danau paniai yaitu sedimentasi/erosi, pencemaran dan introduksi ikan. Laporan Bappedal Pusat (2000) menunjukkan bahwa setidaknya ada 3 sumber-sumber pencemar air danau yaitu 1) Kegiatan Rumah Tangga yang menghasilkan bahan buangan organik (dedaunan, bekas bungkusan kertas), buangan olahan bahan makanan (ikan, daging), buangan zat kimia (dari sabun, detergen, shampoo, dan bahan pembersih lain), 2) Kegiatan Pertanian seperti penggunaan pestisida (insektisida, herbisida, zat pengatur tumbuh) dan pupuk (ZA, DAP, Urea, NPK dan lain-lain), 3) Kegiatan Industri dengan 4 golongan yaitu industri makanan dan tembakau, pertenunan sutera dan pakaian jadi, industri kayu dan perabot, industri percetakan. Bahan buangan dari industri berupa buangan padat, organik, olahan makanan dan zat kimia. Sedimen yang masuk ke danau paniai merupakan akumulasi erosi dan buangan rumah tangga dan industri sepanjang tahun, contoh konkretnya di enarotali, masyarakat menjadikan kali enaro yang bermuara ke danau paniai sebagai tempat pusat pembuangan sampah, baik itu sampah rumah tangga maupun limbah industri kecil.
Meningkatnya sedimentasi/erosi lebih disebabkan oleh penebangan hutan di sekitar hulu sungai ekadide, agadide, koto, weya dan kali-kali kecil yang bermuara kedanau dan juga di sepanjang danau paniai, hingga aliran air pada saat hujan mengikis lapisan tanah dan terbawa ke sungai dan diantar ke danau. Suara Publik (2003) menulis bahwa akibat kerusakan lingkungan, telah terjadi pendangkalan dan penyempitan danau. Di musim kemarau, danau hampir kering dengan rata-rata kedalaman air hanya 0,5 – 1,0 meter. Sebaliknya, pada puncak musim hujan, air banjir pemukiman penduduk dan menghanyutkan segalanya. Akumulasi partikel batuan dan tanah yang dibawah oleh sungai ketika banjir pada saat musim penghujan telah mengakibatkan terjadinya pendangkalan yang hebat terutama dibagian utara danau paniai oleh sungai ekadide, agadide dan sungai weya begitupun yang terjadi di bagian barat danau paniai oleh sungai koto dan sungai- sungai lainnya, semua itu mengakibatkan penyempitan danau paniai, hai ini sebagai pemicuh meluapnya air danau pada akhir-akhir ini yang sering dialami oleh masyarakat paniai, hingga menenggelamkan kebun –kebun dan pemukiman penduduk yang dikarenakan oleh meninggkatnya volume air didanau paniai.
Pada badan air danau paniai, juga terdapat banyak tanaman air baik yang tumbuh didasar danau dan di tepian danau. Tanaman air ini menjadi perangkap sedimen dan mengendapkan sedimen ke dasar danau paniai. Menurut penelitian Nippon Koei (2003), bahwa sepanjang musim hujan 80 – 90 persen permukaan danau ditutupi oleh tanaman air. Tanaman air yang menjadi gulma di danau paniai didominasi oleh eceng gondok, akar tanaman ini dapat mencapai dasar danau dan menjadi perangkap sedimen, kemudian mengendapkan di dasar danau hingga terjadi akumulasi sedimen di daerah tepian danau hingga mengakibatkan terjadinya pendangkalan dan kekeruan air di seputar tepian kampung aikai.
Peningkatan gulma air pada beberapa tempat di danau paniai, lebih disebabkan oleh pencemaran air (Eutrofikasi). Eutrofikasi merupakan problem lingkungan danau paniai yang diakibatkan oleh limbah fosfat (PO3-), khususnya dalam ekosistem danau. Eutrofikasi telah merangsang pertumbuhan tanaman air lainnya di danau paniai, baik yang hidup di tepian (eceng gondok) maupun dalam badan air (hydrilla). Oleh karena itu beberapa daerah di danau paniai yang berdekatan dengan pemukiman penduduk ( sekitar pasar enaro, komopa, ekadide dan obano) telah mengalami eutrofikasi tepiannya dan ditumbuhi dengan subur oleh tanaman air seperti eceng gondok (Eichhornia crassipes), Hydrilla dan rumput air lainnya. Peningkatan gulma air ini menyebabkan tertutupnya permukaan danau sehingga menghambat aktivitas fitoplankton yang melakukan fotosintesis. Hal ini berdampak terhadap proses metabolisme organisme air di danau paniai yang pada umumnya bergantung pada hasil fotosintesis yang dilakukan oleh fitoplankton.
Menurut Goldmen dan Horne (1938), eutrofikasi perairan danau dapat terjadi secara : Cultural Eutrophication. Yang dimaksud dengan cultural eutrophication adalah eutrofikasi yang disebabkan karena terjadinya proses peningkatan unsur hara di perairan oleh aktivitas manusia. Kita patut sadari bersama bahwa aktivitas manusia telah banyak meninggkatkan eutrofikasi di danau paniai. Menurut Morse et al (The Economic and Environment Impact of Phosporus Removal from Wastewater in the European Community, 1993) 10 persen berasal dari proses alamiah di lingkungan air itu sendiri (background source), 7 persen dari industri, 11 persen dari detergen, 17 persen dari pupuk pertanian, 23 persen dari limbah manusia, dan yang terbesar, 32 persen, dari limbah peternakan. Walaupun data statistik di atas tak tentu relevan dengan situasi kabupaten paniai, namun secara aktual jelas menunjukkan bagaimana berbagai aktivitas masyarakat dan semakin besarnya jumlah populasi manusia menjadi penyumbang terbesar bagi lepasnya fosfor ke lingkungan danau paniai. Dari data statistic di atas juga dapat diketahui bahwa 90 % penyebab eutrofikasi adalah berasal dari aktivitas manusia.
Selain faktor sedimentasi dan eutrofikasi, salah satu faktor penyebab tejadinya degradasi danau paniai adalah ikan introduksi. Penebaran ikan introduksi/ikan asing secara bebas di danau ini, telah berdampak buruk pada jenis-jenis biota endemic danau paniai. Menurut pengakuan masyarakat nelayan danau paniai, jenis ikan endemic seperti binei
(sejenis gabus pasir), yukugo (sejenis udang renik), dan egaa ( jenis siput danau) tak terlihat lagi (Mungkin telah punah), hal itu terjadi setelah masuknya ikan-ikan dari luar paniai. Di danau sentani, ikan introduksi (Reed Devil) telah mengancam habitat dan kehidupan biota edemik (Ikan Gabus Sentani). Ikan introduksi di danau paniai ditebarkan oleh para missionaris barat tahun 1960-an, tentara asing pada perang dunia ke II, TNI/Polri (Sejak paniai ditetapkan sebagai daerah DOM) dan para guru orang pendatang, masyarakat umum dan juga Sub Dinas Perikanan sering melakukannya, dipastikan hal itu dilakukan karena tinggkat pengetahuan yang rendah akan bahaya ikan introduksi terhadap habitat dan biota endemic danau paniai. Mereka telah memasukkan ikan nila (oreochromis niloticus), ikan mujair (oreochromis mossambicus), ikan mas/ikan karper (cyprinus carpio) dan ikan sembilan hitam, ikan gurami(Osphronemus gouramy ),
ikan belut ( synbranchus), dan ikan pelangi ( rainbow/melanotaenia ayamaruensis ). Ikan-ikan introduksi yang dimasukkan tersebut, tak terjamin kesterilannya serta tak rama terhadap ekosistem asli danau paniai, ikan introdusi juga telah mengancam populasi ikan endemic dan merusak habitatnya. Hal itu merupakan penyebab terdegradasinya keseimbangan ekologi danau paniai.
- Resolusi Rehabilitasi Ekosistem Danau Paniai
Menyadari bahwa senyawa fosfat, erosi/sedimentasi dan ikan introduksi, merupakan penyebab utama kian terdegradasinya keseimbangan ekosistem danau paniai sertai didukung oleh Keppres No. 48/1991 tentang pengesahan konvensi lahan basah (Ramsar) telah memberikan ketentuan-ketentuan tentang konservasi lahan basah (yang didalamnya berarti mencakup pula danau). Keppres tersebut mengatur pula penentuan situs lahan basah yang mempunyai kepentingan internasional. Institusi-institusi yang terkait dengan Keppres tersebut adalah Departemen kehutanan dan Kementrian Lingkungan Hidup.
Pengurangan tingkat penyusutan lahan basah hingga tingkat nol adalah salah satu sasaran dalam strategi pengelolaan keanekaragaman hayati Indonesia (IBSAP), maka perlu ada solusi yang bijak untuk menangani permasalahan danau paniai. Ada beberapa langkah yang dapat digunakan untuk mereabilitasi ekosistem danau paniai, diantaranya :
Pemerintah Paniai harus sedini mungkin membangun Balai Konservasi Perlindungan, Pengawasan dan Pengawetan Alam Danau Paniai. Nantinya balai ini berfungsi sebagai pusat konservasi dan reabilitasi kerusakan lingkungan danau paniai dan pengawetannya, dengan tupoksi kerja, 1) Mengadakan kegiatan reboisasi hutan yang rusak, 2) Membangun daerah konservasi khusus bagi biota endemic, 3) Memanen alga atau mengurangi alga yang tumbuh subur di permukaan air ataupun mengontrol pertumbuhan tumbuhan air (gulma) di danau, 4) Mengurangi nutrient dan sedimen berlebih yang masuk ke dalam danau dan membatasi penggunaan fosfat bagi masyarakat yang bermukim di pinggiran danau atau di pingiran sungai yang bermuara ke danau paniai, dengan mengadakan sosialisasi serta penggontrolan yang ketat, 4) Pemerintah segera merelokasi pasar enarotali dan pemukiman masyarakat pedagang, karena disinyalir daerah itulah sebagai pemicuh utama terjadinya pencemaran air danau.
Untuk mendukung tercapainya semua itu, pemerintah harus dapat menerbitkan suatu peraturan pemerintah atau suatu undang-undang (Perda) untuk melindungi ekosistem air dari cultural eutrofikasi, erosisi/sedimentasi dan introduksi ikan dari luar paniai, yang nantinya dijalankan oleh Balai Konservasi, Perlindungan dan Pengawetan Alam Danau Paniai. Semuanya ini bila dilakukan dengan kesadaran yang tinggi dari semua lapisan masyarakat paniai dan semua stackholder, maka bukan suatu hal yang mustahil, danau paniai akan tercatat sebagai salah satu danau terindah di dunia, sebagai prasarat untuk masuk kedalam jajaran danau prioritas Internasional.

