Recent Posts

Selasa, 13 September 2016

SENYUM ITU INDAH



SENYUMAN INDAH
Oleh Frans E, Pigome.
Di siang Hari,
Selasa 06/07/2016. Siang.
Melintas dalam benakku akan sebuah senyuman indah..
Yang terukir dalam bibir manismu..
Seakan engkau hadir dalam hadapan..
Menyentuh kalbu dalam jiwaku..
Senyummu merasuki sanubariku..
Dan hatikupun terpukau..
Aku terhanyut didalamnya..
Yang telah memberikan..
Akan sebuah rasa yang tidak mudah tuk dijelaskan..
Sulit tuk dilukis..
Susah tuk terlupa..
Rasa yang membuat harihariku ..
Menjadi lebih bermakna ..
Senyummu seakan tak terlewatkan..
Dalam satuan detik yang kutempuh..
Dalam setiap ingatan yang kulalui..
Karenamu…
Saya Milik Anda, dan Anda Milik saya. dalam segala sesuatu apapun.
 OLEH : Frans E Piagome

MASA DEPAN PAPUA DI ERA OTONOMI KHUSUS DALAM BINGKAI NKRI

Deiyai/10/09/2016: 
Negara ini Memandang bahwa betapa sulit dan tidak layak mengubah proses percepatan pembangunan demi kesejahteraan di nusantara ini dalam sebuah sistem pemerintahan sentralistik. Artinya keterjangkawan dan sentuhan pelayanan publik oleh negara amat juga sulit mendarat sebab negara belum melihat, mengetahui, persoalan lantas yang dihadapi oleh masing-masing sasaran pembangunan di setiap daerah itu yakni seluruh rakyat di daerah terisolir. Yang paling amat disayangkan adalah rakyat papua khususnya di pegunungan pedalaman itu.

Paradigma pembangunan dalam sistem pemerintahan sentralistik itu tidak menjawab tujuan negara yaitu semakin lambat laun tercipta kemajuan, kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Demi mengejar tujuan negara itu maka pendekatan kepemerintahan direvormasi bergulir menjadi desentralisasi. Dalam desentralisasi ada anak buah yaitu otonomi daerah, keistimewaan, juga otonomi khusus.

Era tersebut bagimanapun papua diperhadapkan dengan yang namanya sistem pemerintahan itu entah itu sentralisasi maupun desentralisasi. Menurut Hendrik saat diskusi komunitas KADE ( Komunitas Anak Negeri Deiyai), bahwa Otonomi khusus bergulir juga karena issu merdeka saat itu memuncak. Dengan demikian papua otonominya dikhususkan yaitu"Otonomi KHUSUS". Tidak hanya di Papua tetapi juga di Propinsi Aceh pun diberlakukan otonomi yang sama sebab dasarnya saat itu Minta Merdeka.

Pemerintah pusat merasa penting Negara Indonesia adalah dari sabang hingga merauke maka sistem negara dalam pendekatan pelayanan yang diubah melalui sistem pemerintahan itu.

Di Pulau Papua Kehadiran otonomi khusus merupakan solusi untuk menentukkan dan mengarahkan masa depan kemana. Kenapa, sebab dalam Otonomi itu ada beberapa bagian yang betul_betul diterjemahkan kekhususan itu. Dalam hal ini adalah dari istilah keberpihakan, perlindungan, dan pemberdayaan.

Untuk menerjemahkan dan menindaklanjuti kekhususan itu kembali kepada orang asli Papua yaitu sejauhmana mengenal diri lalu membangun diri dalam momentum otonomi khusus itu baik itu melalui Perdasus, perdasi dan tindaklanjut kebijakan dari itu.

Ada juga terdapat tindakan aneh oleh pemberi otonomi itu sendiri yaitu Belum sepenuhnya pemerintah pusat menghargai otonomi khusus itu sendiri. Boleh kita lihat contoh kasus, mau atur daerah otonomi itu namun negara secara rahasia kirim Transmigrasi yang notabenenya rakyat miskin. Lalu kemudian diklaim tingkat kemiskinan di Propinsi Papua tinggi dan IPM rendah. Juga setiap Perdasus untuk mendapat legalitas mesti ada konsultasi ke Pusat.

Dalam menerjemahkan dan mengembangkan nilai_nilai keberpihakan, perlindungan dan pemberdayaan ada yang namanya MRP (majelis Rakyat Papua). Lembaga ini sebagai representasi kultur Papuani secara kolektif yang berperan sebagai perumus keberpihakan Orang asli papua dari turunan aturan dasar Undang_undang Otsus tahun 2001 tentang otonomi khusus. Anggota yang tergabung dalam lembaga ini sudah terjemahkan betul_betul menyangkut keberpihakan orang asli papua. Namun reaslisasi pengesahannya kembali ke Jakarta.

Jika Fenomena ini terus begini maka kita berani katakan bahwa Jakarta sedang tipu Papua dalam bingkai NKRI. jika Otonomi khusus itu betul-betul sudah didesentralisasikan maka hargai kekhususan itu supaya papua bisa membangun diri dan mengejar kesejahteraan umum sebagaimana propinsi/daerah lain maju.

Dengan demikian Jakarta kembali Evaluasi penyelenggaraan otonomi khusus di papua oleh pemerintah pusat itu sendiri. Jangan monopoli, Intervensi, Ujarnya Mando Mote.

Pewarta : Frans/Mote

FOKUS MENGUMPULKAN PROSES HIDUP YANG KEBAHAGIAANNYA



Sore Hari, Kampung Piyake Distrik Tigi Barat Selasa, [13/16]_ "OPINI" Frans E Pigome/Wakeikagoo,Net


                                           
 
Fokus Mengumpulkan Hidup, Dan Memberi Pengabdian Diri. DEIYAI, [11/16]_Suatu Sikap Telah Di Lahirkan Dan Siapkan Didalam “Yamee Owaa" Nama Ini Berawalnya Dari Bahasa Mee. Sering kali, hanya saja dijemahkan Dalam Bahasa Ibu yaitu, Honai khusus pria.
Honai khusus pria disajikan dalam catalog budaya bahasa mee  adalah “Yamee Owaa”. Melalui cerita rakyat honai merupakan suatu rumah yang sosoknya tinggal, keluar dan masuk hanyalah pria.
Terutama kebiasaan dalam honai adalah tempat berinteraksi atau tukar pikiran pendapat antar seksama sekelompok lelaki atau pria dalam honai tersebut itu.
Berikut yang kedua adalah suatu masalah datang baik itu masalah social maupun lingkungan mensajikan bersama hingga dapat menyelesaikannya pula dalam honai tersebut itu.
Dan yang berikut ini adalah istilah berpesta adat pada suatu rangkaian acara hal tersebut juga selalu, hanya saja  dapat berbisik tukar,ganti barang sebagai salah satu usaha bagi para orang tua hingga semua ini dapat laksanakan dalam honai itupun.     
Sedangkan wanita ia sama sekali pemali melanggar teras rumah honai, dan wanita tidak berhak dalam mengatur kesiapan dalam honai pria tersebut namun, wanita siap menerima panggilan jika sebagai Tugas wanita dalam kerukunannya  adalah hanya melayani makan dan minum tetapi; itu pun tidak sembarang dobrak kedalam honai maka wanita semestinya harus memakai kode memanggilnya sebelum mengantar makan pula minumnya seruh . Dan lanjut ceritanya.
Karena begitu menyapa diriku mudah menampilkan suatu ide saatnya dalam hal itu, kata orang tua saya dikalah senja itu yang telah memberikan motivasi dan arahan kepada saya bahwa, " sebelum melakukan harus memaknai dan memanfaatkan logistic,sprit berpikir yang positif, netral" melalui perkataan itu kembali kepada diri sendiri, untuk merealisasikan dan membudayakan arti, makna dari pada pergumulan kata-katamu.
Namun sesuai mewartakan dari semenjak awal mulanya maka, untuk mempulihkan diri dan mendahuluhi prakata dari orang tua sebagaimana suatu bahan yang menggantikan cucurnya kepada regenerasi namun  perlunya mesti’ harus melestarikan dan membudayakan jika seharusnya kembali pada habitatnya yakni; honai atau “YAMEE OWAA” tersebut.
Kemudian pula, hal tersebut saya melewatkan jika, dengan jelasnya bahwa dalam kehidupan itu sesuai dengan mekanisme adat to adat masing_masing takkan hidup berjalan dengan efektif memburuk.
Perjalanan sepanjang hidup ini, berdasarkan perjuangan hidup yang telah diberitahukan kepada aku , mesti harus belajar lagi kembali ke habitatnya untuk mempulihkan, menyimak semua yang lalui itu’ menjadi urapi.

PEWARTA        : Frans E Pigome/Wakeikagoo.Net
EDITOR             : Frans/Mote